Ruang Kehidupan
Selasa, 20 Juli di tahun 1999, sunyi senyap dini hari kala itu, tepatnya sepertiga malam terakhir. Hawa dingin juga turut menyelimuti. Manusia sudah mencapai puncak tidurnya, tetapi ada juga yang sudah terbangun dengan penuh keikhlasan hati untuk menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa, berpasrah mengakui hinanya diri. Ada pula manusia yang sibuk dan senang menantikan sosok bayi manis yang akan lahir memenuhi kehidupan ini. Pertaruhan hidup dan mati untuk hadirnya bayi itu yang menjadi kebanggaan setiap manusia yang melihatnya. Dengan penuh pengorbanan dan rasa sakit teramat dirasakan seorang ibu yang telah dengan ikhlas mengandungnya selama 9 bulan 10 hari. Tak lama dinanti, terdengarlah rengek tangis bayi yang gagah itu. Lahirlah ruang kehidupan baginya, awal hidupnya memiliki banyak arti perjuangan pengorbanan dan kemenangan.
Ruang kehidupan untuknya, kemenangan cahaya dan harapan hidayah untuk terus dekat kepada sang Rabb merupakan konsep hidupnya. Tak ada yang bisa menggoyahkan akar kuat konsep itu kecuali nafsu bengis dirinya.
Ruang Hidup bukan Ruang Mati!
(Fauzan Nur Hidayatullah)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar