Rabu, 23 Maret 2022

Esesnsi Perkaderan dalam Islam

 (QS An- Nisa (4) : 9 )



“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Ayat diatas sebagai landasan  bagi seluruh elemen umat islam bahwa di dalam  QS An-Nisa (4) : 9, yang merupakan firmah dari Allah SWT tentang pentingnya perkaderan di tubuh umat islam. Generasi dibelakang tidaklah boleh generasi yang lemah namun dituntut sebagai generasi yang dapat membangun keberlanjutan dari eksistensi generasi terdahulunya. Membangun eksistensi untuk keberlanjutan bukan hanya sekedar berjalannya waktu dan mengikuti arus tanpa bisa bertahan di arus perkembangan zaman, akan tetapi ciptakanlah generasi yang kuat dan bisa mengisi sebuah peradaban generasi.

Hal itu akan  tercipta jika adanya persiapan untuk membangun sebuah generasi. Persiapan guna peradaban berikutnya meliputi beberapa hal yaitu :

1.      Keturunan

 Keturunan dipersiapkan secara biologis jika seorang muslim maka dengan muslimah, begitu juga di ikatan mahsiswa muhammadiyah ini. Ada istilah yang biasa kita sebut dengan immawan untuk immawati ataupun sebaliknya immawati untuk immawan.

2.      Ilmu

Surat al mujadalah ayat 11

Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi umat islam, leboh pokok adalah ilmu agama agar tidak kehilangan arah dalam berpedoman dan menuju jalan yang lurus. Ber-IMM juga diperlukan suatu pemahaman mendasar terkait dengan mengetahui apa itu IMM dalam diri setiap kader, dan mengetahui ilmu bukan hanya sebatas mengikuti sebuah perkaderan saja akan tetapi juga ilmu itu sebagai habit kita para generasi pembangun peradaban ini.

3.      Harta

Seperti dalam  asbabun nuzul QS An-Nisa (4) : 9, Mujahid ra. Menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan permintaan Sa’ad bin Abi Waqqash ra, yang suatu saat sedang sakit keras, kepada Rasulullah saw. Kala Rasulullah saw datang menjenguk Sa’ad ra. Berkataa, Wahai Rasulullah aku tidak memiliki waris kecuali seorang anak perempuan. Aku boleh menginfakan dua pertiga dari hartaku ?’ ‘Tidak boleh, ;Jawab Rasul saw.’Separuh ya Rasul?’ ‘Tidak, Jawab Rasul saw. Lagi. ‘Jika sepertiganya, ya Rasul ?’ ‘Rasul saw. Mengizinkan, “Ya, sepertiga juga sudah banyak. Rasul saw. Lalu bersabda, ‘Lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam  keadaan berkecukupan daripada miskin yang meminta-minta kepada manusia.’ (HR. Bukhari dan Muslim).  Ahmad Hatta, Tafsir Qur’an Perkata, (Jakarta : Maghfirah Pustaka, 2009), hal: 78

Hadist tersebut menceritakan bahwa dalam keadaan Sa’ad bin Abi Waqqash sakit keras, ia tetap ingin menginfakkan hartanya dengan izin Rasulullah saw. Namun hanya dizinkan sepertiga hartanya saja yang boelh diinfakan karena Sa’ad memiliki seorang anak perempuan. Rasulullah saw. Menekankan dalam sabdanya bahwa ketika meninggalkan generasi selanjutnya adalah generasi yang berkecukupan, bukan generasi yang meminta-minta kepada manusia.

Menurut Ibnu Kasir di dalam kitabnya tantang QS An-Nisa(4) : 9, Ali bin Abi Tlalhah  meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ayat ini mengenai seorang laki-laki yang meninggal, kemudian seorang mendengar bahwa ia memberikan wasiat yang membahayakan ahli warisnya. Maka Allah memerintahkan orang yang mendengar hal itu untuk bertakwa kepada Allah dengan membimbing dan mengarahkan yang bersangkutan pada kebenaran. Maka hendaklah ia berusaha memperhatikan ahli waris orang tersebut, sebagimana ia senang melakukannya kepada ahli warisnya sendiri tatkala ia takut mereka disia-siakan. 




Menjadi dan Menyiapkan Generasi adalah tugas umat islam, jadilah generasi yang tidak lemah.

(Fauzan)


Selasa, 22 Maret 2022

Milad ke 9 Deklarasi Kader Al-Fatih Muda

 Muhasabah dan Refleksi 

Langkah Strategis IMM Muhammad Al-Fatih di Milad ke-9
“Tekankan kepada Spirit Implementasi Ideologi Ikatan untuk IMM Muhammad Al-Fatih Berdaulat”
Oleh : Fauzan Nur Hidayatullah, Ins.M.



Muqodimah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Muhammad Al Fatih perlunya mawas diri di usia ke 9 tahun ini. Proses berdiri hingga saat ini memiliki dinamika pasang surut dan pertahanan organisasi untuk terus eksis memberikan pencerahan di setiap periodesasinya. Mengambil langkah dan kebijakan yang tepat untuk tetap eksis di ranah kedaulatanya sendiri dalam rangka penguatan internal dan eksistensi eksternal. 

Dengan menaungi 3 fakultas di Universitas Muhammadiyah Purwokerto yaitu Pertaniaan dan Perikanan, Hukum dan Sastra yang memiliki kurang lebih 300 mahasiswa baru tiap tahunnya untuk di kader meneruskan spirit perjuangan IMM Muhamamad Al Fatih. 

Tanggung jawab yang diemban pimpinan komisariat yaitu untuk mewujudkan tujuan IMM 

“Mengusahakan terwujudnya akademisi islam berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan 

muhamamdiyah”. 

1. Terwjudnya akademisi islam berkahlak mulia memiliki arti“dalam proses study di program studi masing – masing kader yang dipilihnya, kader mampu membuktikan dirinya bersikap selayknya menjadikan ilmu sebagai amaliyah dan amal adalah ilmiah” seperti yang termaktub dalam 6 Penegasan IMM poin 5

2. Mencapai tujuan Muhammadiyah

“ada dua makna yang bisa kita pahami secara sederhana di tujuan Muhammadiyah ini, yaitu Bergerak dengan tegak serta menjunjung tinggi agama islam dan menjadi masyrakat islam yang sebenar-

benarnya”

Isi Refleksi dan Muhasabah

Spirit Implementasi Ideologi Ikatan :

1. Orientasi visi IMM di dalam 6 Penegasan IMM

Enam penegasan IMM / Deklarasi Kotabarat yang dilakukan saat Muktamar I IMM tahun 

1965 antara lain :

1) Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa islam

2) Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM

3) Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah sebagai eksponen mahasiswa Muhammadiyah 

(stabilitator dan dinamisator).

4) Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan 

mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah 

negara

5) Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah.

6) Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahita’ala dan senantiasa diabadikan untuk 

kepentingan rakyat

2. Aktualisasi Ilmu sosial profetik

“Kamu adalah umat terbaik yang menyeru kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan 

beriman kepada Allah”

“Kontekstualisasi Sosial Profetik Kuntowijoyo leberasi, transendensi dan humanisasi dengan IMM”

3. Spirit Muhammad Al – Faith era Modern

-Memiliki kemurnian dalam ber-Islam

-Memiliki banyak keahlian dalam menguasai ilmu-ilmu

-Rajin Beribadah, Bekerja Keras, bertawakal

-Memiliki keteguhan hati dan keyakinan

-Memaksilmalkan potensi diri

Penutup

“Menjadi Kader Al-Fatih Muda”

Melalui mawas diri, kita bersama-sama antara kader pimpinan dan kader baru , saling sinergi bersama untuk meneruskan semangat juang dan pembuktian sosok Muhammad Al-Fatih melalui wadah PK IMM Muhamad Al-Fatih dan idealis gerakannya ada pada Kader Al- Faith Muda PK IMM Muhammad Al-Fatih yang memiliki 8 prinsip dalam tiap perkembangan zaman




Deklarasi Kader Al-Fatih Muda

1. Kader Al-Fatih Muda Senantiasa Menegakan dan Menjunjung Tinggi Agama Islam.

2. Kader Al- Fatih Muda Senantiasa Mengedepankan Ilmu dan Amal dalam Pergerakannya.

3. Kader Al-Fatih Muda Senantiasa Bergerak dengan Loyal, Bijaksana, Menjunjung Tinggi 

Solidaritas dan Berakhlak Mulia.

4. Kader Al-Fatih Muda Senantiasa Cakap Diri, dan Memiliki Ketuguhan dan Keyakinan yang 

Kuat”.


Selasa, 8 Februari 2022


Senin, 21 Maret 2022

 KEHIDUPAN


 


Ruang

Ruang

                                      

 Ruang 

Hidup, mati, hampa, ada, rindu, sedih, emosi, arti, makna, percaya, musik, kata, certia, debat, bisnis, ekonomi, pendidikan, agama, kelas, ujian, terlihat, buta, dengar, bisu, sunti, dingin, panas, terasa, percakapan, ngopi, sendiri, kos, kamar, rumah, rapat, pembelajaran, microteaching, bebas, semesta, antariksa, tatasurya, planet, bumi, benua, negara, provinsi, kabupaten/kota, Kecamatan, Desa, RW, RT dan Keluarga, agama, menyendiri, bersama, nyata, guru, karyawan


Ruang musik

"Ruang Tunggu" oleh Pusakata & Johanes Simon

"Ruang Bahagia" Oleh  Hanggini 




(Fauzan Nur Hidayatullah)

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Ruang 
https://tarubali.baliprov.go.id/apa-itu-ruang/ 

Berhidmat Untuk Perkaderan

     Jalan sunyi tak selamanya sepi

Ilyas Rosyid Firdausi : Menjawab Harmoni Revitalisasi Kepemimpinan untuk IMM Banyumas yang Inklusif dan Berkemajuan dengan Asas Literasi Menjadi Aksi

   Musyawarah Cabang  Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banyumas (Musycab PC IMM Banyumas) ke XXIV yang diselenggarakan Kamis -...